Water Terrace 2, Luxurious Home at Grand Wisata yang Laris Manis di Tengah Pandemi

0
69
Salah satu type rumah pada Klaster Water Terrace 2 at Grand Wisata Bekasi. (Foto: Urbancity.id/Pool/Dede)

BEKASI, urbancity.id – Benar, apa yang dibilang Presiden RI Joko Widodo, Indonesia mampu lepas dari jeratan krisis dunia.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72% secara year on year (yoy) pada triwulan III-2022 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) adalah bukti nyatanya.

Bukti lain, aktivitas pemasaran hunian oleh sejumlah pengembang properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih bergairah.

Setidaknya, hal itu dialami Sinar Mas Land yang membesut kawasan Grand Wisata Bekasi, Jawa Barat. Bahkan, Grand Wisata Bekasi masih mampu membukukan penjualan lebih dari Rp300 miliar saat Pandemi Covid-19 melanda negeri tercinta.

Padahal, nilai jual hunian yang ditawarkan pada kawasan properti seluas 1.100 hektar tersebut mencapai angka rata-rata di atas Rp2 miliar per-unit.

Tidak salah, bila sektor properti belakangan digadang-gadang sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebab, terdapat 175 subsektor bisnis turunan yang turut bergerak manakala roda bisnis properti berputar kencang.

Menyusul kesuksesan pemasaran sebelumnya, pengembang Sinar Mas Land optimis untuk kembali memasarkan Klaster Water Terrace tahap 2 di Kawasan Grand Wisata Bekasi, pada Desember 2022.

Water Terrace – Flawless Living merupakan klaster rumah-rumah mewah (luxurious home) dengan desain bangunan ekslusif dua lantai.

“Di tahap 2 ini, kami menawarkan sebanyak 104 unit rumah pada area seluas 3,4 hektar,” ungkap Handoyo Lim, Marketing & Promotion Department Head Grand Wisata Bekasi, saat Press Tour, Rabu, 16 November 2022.

Dijekaskan Handoyo – sapaan akrabnya – Water Terrace 2 merupakan klaster hunian mewah terakhir yang dipersembahkan Grand Wisata Bekasi di tahun ini.

Menawarkan tiga pilihan hunian, yakni Type Crystal seluas 189 meter persegi (LT: 200m2/10m2x20m2 dan LT 180m2/10x18m2), yang dibandrol mulai dari Rp3,6 miliar per-unit.

Kemudian, Type Blue (151m2) dengan LT 162m2 (9×18 m2) seharga mulai dari Rp3,1 miliar per unit serta Type Lagoon (143m2): LT 160m2 (8m2x20m2) dan LT 144m2 (8m2x18m2) seharga mulai dari Rp2,8 miliar per-unit. “Harga-harga tersebut kami tawarkan saat pre-launching,” imbuhnya.

Sedangkan pada pricelist, sambung Handoyo, untuk Type Crystal ditawarkan seharga mulai dari Rp4 miliar, Type Blue Rp3,4 miliar, dan Type Lagoon Rp3,1 miliar per unit.

“Saran saya, ada baiknya masyarakat segera booking rumah-rumah di Klaster Water Terrace 2, mumpung harga jualnya masih promo,” katanya sedikit berpromosi.

Klaster Water Terrace 2 Grand Wisata Bekasi dilengkapi berbagai fasilitas ekslusif yang sarat dengan kenyamanan dan keamanan tinggi.

Adalah private club house seluas 2.000 m2, kolam renang dewasa, kolam renang anak, ruang serbaguna, dan jogging track yang dibangun mengelilingi klaster.

Keunggulan lain, dilengkapi double security gate serta free smart home & CCTV system, modern architecture design with perfect lay out, spacious room with luxurious design, beautiful landscape.

“Lokasi klaster sangat strategis, jaraknya hanya 1 menit ke Mall Living World Grand Wisata dan 1 menit ke Go!Wet Water Park. Klaster ini benar-benar the most luxurious house at Grand Wisata Bekasi,” papar Handoyo.

Handoyo Lim, Marketing & Promotion Department Head Grand Wisata Bekasi.

Dia menambahkan, Grand Wisata Bekasi sendiri merupakan kota mandiri yang dikembangkan guna memenuhi semua kebutuhan dan diproyesikan sebagai tempat ideal untuk Live, Work & Play bagi setiap penghuninya.

Menjadi satu-satunya kota mandiri yang diapit dua akses tol, yakni Jakarta-Cikampek dan JORR II di sisi timur Jakarta. Dapat diakses melalui tiga gerbang utama yaitu North Gate, West Gate dan East Gate.

Ketersediaan fasilitas transportasi terbaik seperti LRT, Kereta Cepat, serta jaringan bus Jabodetabek, menjadikan Grand Wisata Bekasi sebagai kota mandiri yang strategis dan dekat dengan Kota DKI Jakarta, jaraknya bisa ditempuh hanya 15 menit.

Meskipun baru sekitar 30% dari total 1.100 hektar area pengembangan yang telah dibangun, namun ketersediaan sarana dan prasarana Kawasan Grand Wisata Bekasi terbilang cukup mapan.

Ketersediaan sarana pendidikan, misalnya, ada IPEKA, Notre Dame, Al-Azhar, dan SMAN 5 Bekasi. Lalu kesehatan, ada Rumah Sakit Hermina, RS Mitra Keluarga Grand Wisata (sedang dibangun), dan RS Eka Hospital (coming soon).

Sedangkan pusat perbelanjaan, ada Farmers Market, Total Buah Segar, Pasar Modern, dan Mall Living World Grand Wisata (coming soon).

Pada area bisnis itu dilengkapi ketersediaan hampir selurur kantor bank besar seperti Bank Sinarmas, BCA, Bank BTN, Bank BJB, Panin Bank, BNI, Bank Mandiri, Maybank, dan Bank Muamalat.

Tidak ketinggalan, pusat rekreasi keluarga serta food & beverage (F&B) juga tersedia lengkap di Kawasan Grand Wisata Bekasi.

Antara lain Water Park Go!Wet, Gelar Waroeng, McD, HokBen, Starbucks, Leko, Pizza Hut, Solaria, Sederhana, Abuba, Burger King, KFC, Holland Bakery, Mixue, Kopi Kenangan, Subway, Janji Jiwa, Upnormal, Go!Steak, Bebek Kaleyo, dan Richeese Factory.

Progres Mall Living World

Menurut Handoyo, Sinar Mas Land selaku pengembang Grand Wisata Bekasi, bekerjasama dengan Kawan Lama Group – perusahaan ritel, industrial dan property & services berskala nasional – sedang membangun sebuah shopping center bertajuk Mall Living World.

Pusat perbelanjaan modern tersebut berdiri pada area seluas 7,5 hektar dan akan dikejakan dalam dua tahap pembangunan.

Untuk tahap pertama, pembangunan dilakukan di area seluas 4,2 hektar dan direncanakan bakal  topping off pada Agustus 2023 serta ditargetkan beroperasi pertengahan tahun 2024.

“Saat ini progres pembangunan Mall Living World Grand Wisata Bekasi sudah pengerjaan konstruksi lantai 3,” ujarnya.

Penentuan pembangunan mall dalam kerjasama itu seiring dengan meningkatnya jumlah residensial dan aktivitas industri di Bekasi dan sekitarnya.

“Ini berpotensi pada peningkatan daya beli serta jumlah kebutuhan terhadap meeting points, fasilitas food and beverages, pusat rekreasi, hiburan dan perbelanjaan di wilayah tersebut,” pungkas Handoyo.