Synthesis Huis, Sunrise Properti Hadir di Tenggara Jakarta  

0
80
Dari Kiri ke Kanan, Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis menjelaskan kepada Yayat Supriatna, Ahli Tata Kota tentang rencana pengembangan kawasan Synthesis Huis (Kamis, 30 Juni 2022). (Foto:urbancity.id/pool/dok.Sintesis Huis).

JAKARTA,urbancity.id — Meski perkembangan tata kotanya tidak secepat wilayah lain di Jakarta, namun kota admistrasi bagian Timur Jakarta ini justru memiliki potensi yang sangat tinggi untuk berkembang jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Demikian yang mengemuka dalam diskusi bersama media bertema “Tata Kota Jakarta Timur Sebagai Lokasi Hunian Potensial” yang digelar PT Synthesis Karya Pratama, pengembang perumahan Synthesis Huis, pada Kamis, 30 Juni 2022.

Managing Director Synthesis Huis Aldo Daniel mengatakan, Synthesis Huis di Jakarta Timur merupakan Iconic Residential project yang memiliki berbagai keunggulan. Selain lokasinya masih berada di Jakarta, kawasan hunian ini juga didukung oleh segudang potensial perkembangan properti.

“Kehadiran Synthesis Huis di Jakarta Timur sebagai Iconic Residential project merupakan pilihan tepat yang dapat dijadikan hunian impian keluarga yang saat ini sedang berkembang,” ujarnya.

Baca Juga: Damai Putra Group Luncurkan Cluster Elora Rumah 2 Lantai di Kawasan Tera Damai

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta (DCKTRP), Merry Morfosa menyoroti potensi wilayah Jakarta Timur, khususnya Cijantung dari segi hunian dan investasi.

Menut Merry, Kaawasn Jakarta Timur memang telah dirancang sebagai dirancang sebagai kota administrasi yang prospektif untuk perkembangan properti.

“Saat ini kami masih menunggu penerapan (RANPERGUB) tentang penataan kota terutama kawasan hunian. Dari Rancangan Peraturan Gubernur ini ada sejumlah kebijakan baru yang perlu diketahui para developer terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Aturan main yang digulirkan pastinya menjadikan Jakarta Timur sebagai kawasan perkotaan yang lebih baik dari sebelumnya,” urai Merry.

Merry mengatakan, wilayah Jakarta Timur memang didominasi oleh fungsi hunian. Pihaknya juga telah mengatur berbagai rancangan tata kota terkait kawasan hunian, baik untuk rumah tapak, rumah flat maupun rumah susun.

“Termasuk juga pengembangan real estate yaitu pemecahan kavlingnya minimal 60m2 tidak boleh lebih kecil dari luas itu. Izin untuk membangun rumah tinggal juga sudah kami diterapkan sampai empat lantai,” tegasnya.

Baca Juga:HUT Ke-76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP

Sementara khusus di wilayah Cijantung Kecamatan Pasar Rebo, dalam RDTR telah dirancang sebagai fungsi hunian.

“Dan, untuk potensial perkembangan properti, DCKTRP juga telah menyusun zona dan sub zona sesuai Rancangan Peraturan Gubernur, rencana pola ruang RDTR, rencana struktur ruang, serta peraturan zonasi,” ujar Merry.

Senada dengan Merry, pakar Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, pengembangan wilayah Jakarta Timur, telah didorong oleh sentra ekonomi baru dan dengan terbangunnya jaringan transportasi massal.

Menurutnya, salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah terbentuknya simpul layanan transportasi besar yaitu LRT Cawang yang terintegrasi dengan kereta api cepat, dan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek.

“Kawasan hunian akan mudah tumbuh dan berkembang cepat dengan didukung oleh jaringan infrastruktur, transportasi publik dan menjamurnya pusat-pusat kegiatan ekonomi. Pusat permukiman yang diminati konsumen adalah kawasan hunian yang mudah diakses. Begitu pula kehadiran beragam fasilitas umum sebagai pendukung yang kuat bagi sebuah kawasan,” ujarnya.

Baca Juga:Kementerian PUPR Bangun Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo

Lebih lanjut Yayat memaparkan, dari sisi potensi lingkungan, Jakarta Timur seperti wilayah Cijantung masih memiliki ruang terbuka hijau yang luas, intensitas curah hujan yang tinggi sehingga dari sisi iklim secara makro, Cijantung masih memiliki suhu udara yang lebih sejuk dibanding wilayah lain di Jakarta. Selain lokasinya cukup strategis, kondisi lingkungannya pun cukup nyaman untuk hunian.

“Wilayah Cijantung memang dikenal sebagai kawasan hunian yang masih terjaga keasriannya di Jakarta Timur. Karena itu, ada beberapa wilayah tetap dipertahankan sebagai area hijau seperti hutan kota,” ucap Yayat.

Menurut Yayat, lokasi dan aksesibilitas merupakan poin penting yang mampu mendongkrak nilai investasi sebuah kawasan hunian.

Hadirnya Synthesis Huis di wilayah Cijantung Jakarta Timur, lanjutnya,  merupakan langkah tepat. Selain mempunyai nilai lebih dari sisi strategis bagi lokasi perumahan. Synthesis Huis juga diuntungkan dengan letaknya yang berdampingan hutan kota Cijantung, Jakarta Timur.

“Rasanya sulit menemukan lokasi perumahan seperti ini, apalagi di Jakarta,” pungkasnya.

Jakarta Timur memiliki wilayah administrasi paling luas di DKI Jakarta sebesar 188,02 km2 dengan jumlah penduduk 3.037.193 jiwa dan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang terbilang paling rendah.

Ini membuat wilayah tersebut masih memiliki potensi pengembangan kawasan hunian, apalagi lokasinya terbilang strategis, dekat Jakarta Selatan yaitu Jakarta Tenggara seperti Cijantung. Wilayah ini bahkan diproyeksikan akan menjadi kawasan potensial untuk investasi properti di Jakarta Timur.

Synthesis Huis dibangun di lahan seluas 3.3 hektar, dengan total lahan seluas 5 hektar, memiliki lokasi yang strategis dan mudah di akses, hanya 5 menit dari pintu tol Pasar Rebo, dekat pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, rumah sakit dan CBD TB Simatupang.

Keunggulan lainnya kawasan Synthesis Huis berdampingan dengan hutan kota Cijantung Jakarta Timur sebagai paru-paru kota Jakarta. Bersuasana lingkungan nan nyaman, asri, serta alami.