Rumah Dikosongkan Satpol PP, Wanda Hamidah: Hati Perih Seperti Disayat Sembilu…

0
79
Eksekusi rumah Wanda Hamidah oleh Pemprov DKI Jakarta, di Jalan Citandui, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Oktober 2022. (Foto: Urbancity.id/Pool/@Instagram.com/wanda_hamidah)

JAKARTA, urbancity.id – Artis dan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah dalam unggahan instagramnya @wanda_hamidah, mengaku shock dan hati tersa perih seperti disayat-sayat sembilu, saat eksekusi pengosongan rumah oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemprov DKI Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2022.

Wanda juga mengaku sedih dan merasa didhzolimi, ketika rumah di Jalan Citandui, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat yang ditinggalinya sejak tahun 1960 tiba-tiba digusur secara paksa oleh Pemprov DKI Jakarta. Lantaran itu, dirinya sempat memohon perlindungan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Kami mohon perlindungan hukum kepada Pak @jokowi Pak @aminuddin.maruf Pak @mohmahfudmd Pak @kapolri_indonesia atas tanah dan rumah yang kami tinggali dari tahun 1960 dari dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan Wali kota Jakarta Pusat,” tulis Wanda dalam instagramnya yang bercentang biru dan dikutip Jakartadaily.indonesia, Jum’at, 14 Oktober 2022.

Baca juga: Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar: Bagaimanapun Beliau Adalah Ayah Anak Saya

“Atas perintah Gubernur DKI Jakarta yang 3 hari selesai masa jabatannya, yang memaksa melakukan pengosongan dengan memerintahkan satpol PP, damkar, mengirim buldoser, truk-truk, dan banyak lagi lainnya tanpa melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap!,” tambah tulisan itu.

Wanda Hamidah menegaskan rumahnya berada di Jalan Citandui No 2. Sedangkan perintah pengosongan adalah rumah di Jalan Ciasem yang memang berdekatan.

Menurut Wanda, rumah yang seharusnya dikosongkan oleh Pemkot Jakarta Pusat berada di Jalan Ciasem No. 1A dan No. 1B, Kelurahan Cikini, Menteng, yang merupakan milik Japto Soerjasoemarno sebagaimana tersertifikat HGB No 1000/Cikini dan HGB 1001/Cikini.

Bukan rumah yang saat ini dihuninya yang berada di Jalan Citandui No. 2, Cikini, Jakarta Pusat. “Jelas mereka salah alamat, kita sudah tinggal di sini secara turun temurun sejak 1962,” kata Wanda.

Tempuh Jalur Hukum

Wanda Hamidah akan tempuh jalur hukum terkait eksekusi rumahnya oleh Pemprov DKI Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2022. (Foto: Urbancity.id/Pool/@Instagram.com/wanda_hamidah)

Wanda mengaku telah menempati rumah itu bersama keluarga sejak tahun 1960. Ia menyebut punya dasar yang sah sehingga berhak menempati lahan tersebut. Terkait pengosongan yang sempat sempat diwarnai keributan ini, dirinya menyatakan akan menempuh jalur hukum.

“Kami meninggali rumah ini, ini rumah keluarga ya dari zaman kakek saya nenek saya. Ini kakek saya Husein Abu Bakar, pejuang kemerdekaan RI. Kami menempati rumah ini dari 1960. Dan kami punya alasan yang sah yang nanti akan dibeberkan alasan haknya,” ujar Wanda kepada wartawan di lokasi pengosongan, Kamis, 13 Oktober 2022.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menjelaskan, Wanda hanya mengantongi surat izin penghunian (SIP). Namun, surat tersebut sudah mati sejak tahun 2012.

Sehingga, kata dia, Pemprov DKI menganggap rumah Wanda bagian dari bangunan liar yang harus ditertibkan.

“Surat izin penghunian itu yang sudah mati, sejak tahun 2012. Nah artinya kalau surat izin penghunian itu kan tidak punya orang-orang yang diizinkan menggunakan itu atas dasar surat izin dari pemerintah daerah,” kata Komarudin.

Jadi, lanjut dia, tidak ada alasan tidak punya sertifikat, karena itu aset dari pemerintah yang sudah mati di tahun 2012. “Nah makanya beberapa hari kemarin pemerintah daerah melakukan penertiban terhadap penghuni-penghuni liar termasuk juga salah satu giatnya tadi,” ucapnya.