PT CLM Penuhi Kewajiban ke Kreditor dan Vendor, Meski Ada Kisruh Kepemilikan Saham

0
83
Ilustrasi aktivitas pertambangan. (Foto: Urbancity.id/Pool/Dok. ESDM)

JAKARTA, urbancity.id – Komitmen PT Citra Lampia Mandiri (CLM) di bawah pimpinan Helmut Hermawan, memenuhi semua kewajiban terhadap kreditor maupun vendor tidak diragukan. Meski, kegiatan operasional perusahaan sempat terganggu adanya kisruh soal kepemilikan saham.

“Perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditor dan para vendor, walaupun kegiatan operasional saat ini terganggu,” ujar Direktur Utama PT CLM Helmut Hermawan, dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 November 2022.

Menurutnya, sejak Senin, 14 November 2022, perusahaan telah melakukan pembayaran kepada para vendor sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Pada hari pertama pembayaran itu, perusahaan telah mengeluarkan dana lebih dari Rp 8 miliar. Dana itu untuk membayar biaya sewa alat berat dan kegiatan lainnya.

Hingga saat ini pembayaran semua kewajiban tersebut masih berlangsung dan berjalan lancar. Pembayaran kewajiban tersebut dilakukan perusahaan secara tunai.

Dengan adanya pembayaran tersebut, para kontraktor dan sub kantor PT CLM tidak terkena dampak negatif dari kisruh kepemilikan saham dan manajemen yang terjadi di CLM.

“Kami berharap para karyawan kami, kontraktor dan sub kontraktor yang jumlahnya sekitar 2.000 orang bisa beraktivitas kembali dalam waktu singkat,” ujar Helmut.

Sementara, guna menyelesaikan kekisruhan, upaya perlawanan hukum bagi semua permasalahan hukum yang terjadi pada PT CLM masih berjalan.

Diharapkan, upaya itu berjalan lancar, sehingga semua permasalahan hukum bisa dituntaskan dalam waktu singkat.

Helmut menegaskan, sebelumnya telah terjadi aksi perusakan, penyerobotan dan dugaan penganiayaan terhadap karyawan CLM yang dilakukan pihak lawan hukum perusahaan di kantor perusahaan ini di Malili dan akses penambangan CLM.

Aksi ilegal itu dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2022 dan 13 September 2022 lalu. “Terkait hal ini, kami sudah melakukan upaya hukum secara perdata dan pidana. Prosesnya kini sedang bergulir,” paparnya.

Helmut menegaskan bahwa pihaknya adalah manajemen yang sah PT CLM berdasarkan akte terakhirnya tanggal 14 September 2022 dan telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkum dan HAM.

“Untuk itu, kami berharap aparat hukum yang menangani dan didukung pemerintah daerah setempat dapat segera menyelesaikan kisruh kepemilikan saham dan manajemen di perusahaan kami,” pinta Helmut.

PT Citra Lampia Mandiri (CLM) adalah sebuah perusahaan dalam negeri yang berdiri sejak tahun 2007, dan ergerak di sektor pertambangan nikel laterit dmp.

CLM juga merupakan perusahaan tambang dengan izin usaha penambangan (IUP) produksi sebesar 2.660 hektar atau yang terbesar di Sulawesi Selatan.