Pengembang GSA Jadikan D’Cozy Residence Ikon Kota Solo

0
522

Solo, Urbancity.id Sektor properti terus menggeliat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir. Bisnis properti 2021 pun diprediksi tumbuh berkisar 20-30% dimana tingkat permintaan segmen menengah ke atas terus tumbuh seiring dengan daya beli yang berangsur pulih. Setidaknya, hal itu dialami oleh PT Graha Sarana Adhiwiyatika (GSA), pengembang properti yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah.

Owner GSA Syubach Hakam menuturkan, proyek Cluster D’Cozy Residence yang dibesut perusahaannya digadang-gadang menjadi ikon Kota Solo. Kawasan perumahan yang berlokasi di Jati, Sukoharjo ini sudah  hampir 90% unit ludes terjual. Menurutnya, laris manisnya unit rumah pada Cluster D’Cozy Residence adalah faktor desain rumah yang elegan.

Hal itu, lanjut Syubach – sapaan akrabnya – seiring profesionalitas total para arsitek GSA yang menghadirkan desain bangunan rumah yang orisinil dan benar-benar berbeda, tidak menjiplak proyek lain. Bahkan GSA kerap kali menciptakan sebuah desain baru yang tidak dimiliki pengembang pada umumnya.

“Desain rumah pada Cluster D’Cozy Residence adalah karya orisinil terbaik GSA. Saya berani menjamin, model rumah ini tidak akan ditemukan pada proyek perumahan lain di Solo. Lantaran orisinalitas desainnya, alhamdulillah banyak orang tertarik untuk memiliki hunian di D’Cozy Residence,” ungkapnya bangga.

D’Cozy Residence merupakan hunian berkonsep mezanine dengan spesifikasi bangunan serta desain premium. Bahan untuk dinding bangunan, misalnya,  menggunakan batu bata merah dengan ketinggian hampir 8 meter. Kemudian, lantai granit dan genteng pres beton Mutiara asal Magelang yang terkenal berkualitas tinggi. Sedangkan cat untuk finishing bangunan dipilih merek ternama seperti Dulux atau Catilac. Sementara pintu, menggunakan bahan kayu Jati. Adapun progres pembangunan di D’Cozy Residence hingga saat ini sudah terbangun 50% dari total 42 unit.

Keunggulan lain, desain D’Cozy Residence sangat memperhatikan faktor flow udara (aliran udara) serta pencahayaan yang alami dan maksimal pada siang sampai sore hari. Sehingga, rumah di sana lebih hemat energi dan tetap nyaman meski tanpa AC atau kipas angin. “Karena mengusung konsep tropis modern, secara estetika rumah D’Cozy Residence juga tampak lebih ciamik,” ujarnya.

Menawarkan dua pilihan hunian, yaitu tipe 45/60 meter persegi dan tipe 50/68 m2, yang ditawarkan mulai dari Rp 350 juta hingga Rp 375 juta per unit. Karena konsep bangunan yang diusung adalah mezanin, sejatinya konsumen sudah membeli rumah dua lantai dengan harga terjangkau. “Kami menargetkan pasar kelas menengah, generasi milenial serta keluarga muda. Hal ini terbukti dengan hapir seluruh pembeli adalah kalangan melenial dan keluarga muda,” ungkapnya.

Kawasan D’Cozy Residence dibangun dalam dua tahap. Pembangunan tahap pertama menghadirkan rumah dua lantai dengan konsep modern minimalis yang seluruh unitnya menghadap ke utara, seharga Rp450 juta per unit. Konsep rumah ini banyak diminati konsumen. Sementara di tahap kedua akan mencakup rumah dua lantai dengan tiga kamar tidur yang mendapatkan sinar matahari dari depan maupun belakang, karena bangunannya menghadap ke selatan. Dengan begitu, seluruh rumah di klaster ini pastikan lebih sehat dan nyaman.

Syubach mengklaim, harga yang ditawarkan Cluster D’Cozy Residence jauh lebih rendah dibandingkan dengan spesifikasi rumah sejenis pada proyek lain di wilayah Yogyakarta atau Semarang. “Di Solo sendiri, range harga Rp300 juta – Rp400 juta tergolong sangat murah. Sebab, pengembang lain umumnya menawarkan tipe rumah yang sama mulai dari Rp700 jutaan. Karenanya, kami optimis unit-unit hunian di D’Cozy Residence akan terserap pasar dengan baik,” paparnya.

Bangun Kota Satelit Baru

Owner PT Graha Sarana Adhiwiyatika (GSA) Syubach Hakam, pengembang D’Cozy Residence, di Jati, Sukoharjo, Kota Solo, Jawa Tengah.

Syubach Hakam menuturkan, seiring makin membaiknya sektor properti tanah air khususnya di Jawa Tengah, PT GSA berencana untuk memperkuat akar bisnis properti di Solo dan kota sekitarnya. Salah satunya, dengan mengembangkan Kawasan Kota Satelit Baru Raya (SBR).

“Proyek Kota Satelit di Solo Barat ini diperkirakan bakal menghabiskan lahan pembangunan seluas 25 hingga 50 hektar. Selain hunian berkelas dengan klaster elitnya, pada kawasan sini nantinya akan menghadirkan berbagai macam kelengkapan fasilitas penunjang bagi kemudahan pemenuhan kebutuhan gaya hidup setiap penghuni maupun masyarakat sekitar,” cetusnya.

Saat ini pihaknya tengah mengembangkan perumahan elit seluas 1 hektar di kawasan Solo Raya yakni D’Cozy Mahanten. Pengerjaan perumahan yang mengusung konsep pengembangan Traditional Modren Tropis serta desain elegan ini akan dimulai pada Juli 2021.

D’Cozy Mahanten Solo Raya merupakan rumah dua lantai dengan ketinggian atap mencapai 4 meter. Dilengkapi dua kamar tidur di atas serta satu di bawah plus 2 toilet serta kolam renang pribadi seluas 2,5 x 4 meter. Rencananya, total 60 unit rumah yang akan dibangun di D’Cozy Mahanten ini dibandrol seharga Rp 800 jutaan sampai dengan Rp 900 jutaan.

“Namun khusus untuk masa promo, kami akan memberikan harga spesial untuk tiga unit rumah di D’Cozy Mahanten, yakni Rp 695 juta per unit. Dengan skema transaksi cash keras, harga jual rumah sebesar ini tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan hunian sejenis yang ditawarkan pengembang lain,” katanya.

D’Cozy Mahanten Solo Raya merupakan kawasan elit yang dekat dengan fasilitas komersil, kesehatan, sekolah internasional, dan pusat kuliner di Solo Raya. Lokasinya tepat berada di depan Rumah Sakit Dr. UN. Perumahaan ini dilengkapi infrastruktur kawasan yang memadai, atara lain memiliki lebar jalan mencapai 8 meter serta utilitas kabel bawah tanah.

Selain itu, GSA juga akan mengembangkan perumahan di Karanganyar. Lokasinya berada di tengah kota, belakang Kantor Bank BRI Jateng. Nantinya akan dibangun 12 unit rumah dengan dua konsep yang berbeda, yaitu modern tropis dan klasik modern. “Keduanya, mengusung konsep unggulan dengan desain orisinil yang menjadi andalan kita di Karangananyar,” pungkas Syubach.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here