Menguak Fakta Dibalik Prestasi “Jawara KPR”

0
21
NASANAH BTN - Fajar Kurnia Wibowo (28) dan Raden Vini Primadona (25).

Jakarta, Urbancity.id – Suatu siang, Minggu, 14 Februari 2021, pasangan muda yang baru beberapa bulan meresmikan hubungan asmaranya melalui jenjang pernikahan berlari dari area parkir terbuka menuju Gallery Marketing Gardenia Cileungsi, di bilangan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara kebetulan, saat itu bertepatan dengan Valentine Day (Hari Kasih Sayang).

Diketahui, sepasang suami-istri (pasutri) tersebut bernama Fajar Kurnia Wibowo (28) dan Raden Vini Primadona (25). Sikap Fajar – sapaan akrabnya – yang lembut dan penuh kasih sayang, menggambarkan momen Valentine Day sesungguhnya. Sambil tangan kanan memegang payung dan tangan kiri menggandeng erat istri tercintanya, dia pun bergegas menuju teras gallery marketing agar tak basah kuyup.

Kala itu, cuaca di kawasan perumahan bersubsidi tersebut gelap dan hujan pun mengguyur cukup deras. Nampaknya, kondisi cuaca kurang bersahabat tak melunturkan niat Fajar dan Vini untuk segera menyerahkan sejumlah berkas pesyaratan akad kredit pemilikan unit rumah di Gardenia Cileungsi.

Sejak pertama menyatakan cintanya pada Vini Primadona, dia memang sudah memimpikan momen kemesraan seperti itu. Dirinya sangat ingin membeli rumah di awal pernikahan, selain sebagai “kado istimewa”, rumah juga bermanfaat besar bagi keberlansungan biduk rumah tangga bersama istri tercinta. Karenanya, ia bersyukur dapat kesempatan melakukan KPR bersubisidi seharga Rp168 juta, dengan down payment (DP) sebesar Rp1 juta.

“Pengembang PT Winlad Development, merefensikan saya untuk melakukan KPR di Bank BTN, kemudian semua persyaratan dan ketentuannya saya penuhi. Meski proses approval-nya sedikit berbelit dan lama namun hari ini saya sangat senang, karena diminta tim sales untuk hadir di gallery marketing, tanda tangan akad kredit,” ungkap Fajar.

Diakui Fajar, kendati approval cukup berbelit dan memakan waktu lebih dari satu bulan, namun kesigapan tim sales & marketing KPR BTN dalam membantu memenuhi persyaratan akad kredit tidak diragukan. Buktinya, mereka bersedia hadir di lokasi perumahan untuk membantu nasabah memenuhi berbagai persayaratan. Sebab, umumnya bank lain, nasabah yang harus datang ke kantor cabang sekedar untuk menyerahkan persyaratan akad kredit.

“Saya cukup terkesan dengan sistem jemput bola yang dilakukan tim sales & marketing Bank BTN. Bahkan, mereka kerap kali menghubungi sekedar update informasi proses KPR yang kami ajukan. Karenanya, kami yakin bahwa kelambanan proses approval adalah upaya manajemen Bank BTN menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit,” pujinya.

Mencermati pengalaman pasutri muda tersebut, betapa layanan kecepatan proses approval kredit merupakan hal paling urgent bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan KPR. Sebab di era pesaingan bisnis jasa keuangan yang terbuka dan cukup ketat, bukanlah hal sulit bagi nasabah untuk beralih mencari institusi bank dengan layanan yang lebih prima, cepat, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Karena itu, sejumlah pengembang sebagai mitra perbankan meminta agar hal tersebut menjadi fokus perhatian manajemen Bank BTN dalam mendongkrak kinerja kredit pada masa yang mendatang. Permintaan tersebut, salah satunya disampaikan oleh Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto. ISPI Group sendiri sudah lebih dari 20 tahun menjalin kerjasama dengan Bank BTN prihal pembiayaan KPR maupun konstruksi.

Menurut Preadi, layanan kredit Bank BTN secara umum terbilang cukup bagus, hanya saja beberapa tahun terakhir mengalami kendala terkait pemanfaatan pihak ketiga dalam melakukan On The Spot (OTS) atau survei pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) komersial oleh calon debitur. Selain lamban, terkadang data hasil survei calon debitur kurang akurat.

“Lantaran hal tersebut, banyak konsumen gagal melakukan KPR bagi kepemilikan hunian di sejumlah proyek besutan ISPI Group. Alhasil, tidak jarang target akad kredit yang telah ditentukan meleset. Karena itu, kami berharap agar aktvitas OTS mengoptimalkan Kantor Cabang Bank BTN terdekat sehingga prosesnya bisa lebih afdol dan mantap di masa yang akan datang,” pintanya.

Preadi juga mengakui, dari sisi sumber daya sales & marketing Bank BTN terbilang cukup agresif dan mumpuni. Tidak heran, bila kerjasama KPR maupun konstruksi (KYG/Kredit Yasa Griya) dengan para developer terjalin cukup erat. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan pembiayaan properti yang cukup signifikan.

“Kami salut dengan kinerja divisi Nonsubsidize Landing Division (NSLD) maupun Divisi Kredit Subsidi yang sangat mengerti dengan kebutuhan developer. Oleh sebab itu, meski dalam berada dalam masa sulit akibat pandemi Covid-19 tetapi ISPI mampu merealisasikan KPR hingga Rp200 miliar,” ujarnya.

Untuk menjawab keinginan tersebut, Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Nixon LP Napitupulu menyebut perseroan telah dan akan memasang lima strategi bisnis. Antara lain memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis,  penguatan permodalan dan pendanaan. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kualitas kredit dan menggenjot efisiensi.

Secara rinci, perseroan akan melakukan transformasi operasional cabang, mengembangkan KPR non subsidi dan value chain melalui kemitraan dengan developer maupun mitra lain dalam lingkup ekosistem perumahan. “Tidak hanya itu, BTN juga akan mengembangkan partnership seperti membentuk perusahaan modal ventura, membentuk anak usaha baru untuk menangkap peluang yang ada meraih fee based income, serta percepatan penyelesaian kredit macet,” paparnya.

 

Berbuah Manis

Dengan berbagai langkah dan strategi tersebut, BTN sukses mengukuhkan posisinya sebagai “Jawara KPR” dimana performa kinerja di tahun 2020 terbilang mocer. Buktinya, perseroan mampu mencatatkan perolehan laba bersih yang meroket 665,71% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih senilai Rp1,60 triliun pada kuartal IV/2020, melambung tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Nixon lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi.

“Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Tahun ini, kami optimistis dengan strategi tersebut beserta potensi di sektor properti, Bank BTN akan mencetak laba bersih yang terus melaju positif,” jelasnya.

Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang oleh penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan  positif KPR Subsidi tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV/2020.

Di segmen kredit non perumahan, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020. Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019.

Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari lalu ini juga mencatatkan tren membaik. Per 31 Desember 2020, Non Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90 bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, rasio coverage Bank BTN tercatat sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV/2019.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBTN  menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik. DPK bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23,84% yoy dari Rp225,4 triliun pada kuartal IV/2019 menjadi Rp279,13 triliun di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK Bank BTN didominasi oleh kenaikan giro sebesar 38,24% menjadi Rp72,04 triliun per kuartal IV/2020.

Permodalan Bank BTN juga makin tebal dengan penerbitan Junior Global Bond yang diterbitkan pada awal 2020. Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan per kuartal IV/2020 tercatat naik 202 bps menjadi 19,34%. Dengan peningkatan di seluruh lini bisnis tersebut, aset Bank BTN tumbuh 15,85% yoy menjadi Rp361,20 triliun pada kuartal IV/2020. Posisi tersebut naik dari Rp311,77 triliun di kuartal IV/2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here