Ketiga Kali IPEX 2022 Digelar, Hadirkan 60 Pengembang dan 325 Proyek di Jabotabek 

0
42
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto (kiri), dan Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo (kanan), saat pembukaan IPEX ke-tiga 2022, di JCC Senanyan. (Foto: Urbancity.id/Pool/Dok. Humas BTN)

JAKARTA, urbancity.id – Untuk yang ketiga kalinya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Properti Expo (IPEX) tahun ini di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran properti terbesar se-Indonesia yang dimulai sejak 19 – 27 November 2022 itu dibuka oleh Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, didampingi Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, Komisaris BTN Himawan Arif Sugoto, dan Komisioner Tapera Adi Susantono.

Dalam pameran IPEX yang didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, kali ini menawarkan harga property mulai dari Rp168 juta yang tentunya bisa di jangkau oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Harga terendah Rp168 juta ini merupakan rumah subsidi yang bisa dibeli konsumen dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo di sela paneran.

Dengan melakukan transaksi selama masa pameran, konsumen akan mendapatkan sejumlah keuntungan yakni bebas biaya provisi, administrasi, diskon asuransi, dan angsuran berjenjang.

Selain itu, bunga dari fasilitas KPR BTN yang ditawarkan sangat rendah hanya 2,47 persen per tahun dengan tenor pinjaman maksimal 30 tahun. Berkaitan dengan HUT KPR ke 48, juga disediakan cahsback sebesar Rp 480 ribu untuk setiap akad kredit.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, kolaborasi aktif di antara stakeholder atau pengembang dan perbankan, penting untuk terus terjalin dengan baik demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta.

Angka ini akan terus bertambah, seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.

“Nah, dalam pameran kali ini, para pengembang menyediakan perumahan. BTN menyediakan pembiayaannya,” ujar Iwan saat sambutan pembukaan IPEX 2022.

Baca juga: IPEX Kedua Tahun 2022 Resmi Digelar, “KPR BTN Merdeka” Jadi Pemikat

Pemerintah sendiri menyediakan pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahun 2023 sebanyak 220.000 unit. Naik sekitar 20.000 unit dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan sejumlah insentif di sisi demand and supply demi terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, dan produktif.

Di antaranya melalui kebijakan Loan to Value 100 persen, pembebasan sementara kewajiban konsumen pembeli untuk memiliki BPJS, pelonggaran perizinan bangunan gedung (PBG), dan lain-lain.

Target Transaksi Rp 1,5 tTriliun

Sementara itu Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menuturkan, dalam pameran IPEX yang diproyeksikan mendatangkan 68.000 pengunjung kali ini, BTN menargetkan transaksi sebesar Rp 1,5 triliun.

“Rinciannya, Rp 900 miliar dari KPR komersial, Rp 300 miliar dari KPR subsidi, dan Rp 300 miliar dari KPR Syariah,” kata Haru.

Terkait backlog, Haru muengharapkan dengan kolaborasi semua pihak, backlog perumahan akan bisa diatasi sampai nol persen, saat Indonesia berusia 100 tahun.