Kementerian PUPR Siapkan Posko Mudik Sapta Taruna di Jalur Alternatif Pansela

0
131
Posko Mudik Sapta Taruna di Jalur Alternatif Pansela. (foto:urbancity.id/pool/dok.pupr).

YOGYAKARTA,urbancity.id- – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan posko mudik Sapta Taruna di Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa sebagai jalur alternatif para pemudik tahun 2022 selain Lintas Pantai Utara (Pantura) dan Lintas Tengah Pulau Jawa.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Wida Nurfaida mengatakan, di Pansela wilayah Jateng-DIY telah disiapkan empat Posko Siaga Mudik Sapta Taruna.

Masing-masing sebanyak dua posko di wilayah Jateng tepatnya di Jalan Daendels, Sawah, Depokrejo, Kabupaten Purworejo dan di Ruas Giriwoyo – Glonggong (KM.77+550), sementara di DIY terdapat di  Ruas Tepus – Jerukwudel Kabupaten Gunung Kidul dan Ruas Samas – Girijati Kabupaten Bantul.

“Posko tersebut akan menyediakan informasi tentang Pansela, dan fasilitas untuk istirahat seperti toilet dan mushala. Posko ini juga untuk antisipasi jika ada kejadian bencana yang siap koordinasi dengan Posko Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan juga,” kata Wida, dalam keterangan pers, yand dikutip,Senin, (26/4/2022).

Baca Juga:Kementerian PUPR Serah Terima Rumah Khusus KRI Nanggala 402 di Sidoarjo

Sementara untuk keamanan pengendara, Wida menyatakan sudah mengecek kesiapan Penerangan Jalan Umum (PJU) dari Jladri ke arah Yogya.

“Ada spot tertentu yang tidak ada PJU, kita pasang patok lalu lintas atau delineator pengaman, guardrail/pagar pengaman jalan, dan stiker pantul (reflektor),” ujarnya.

Terkait masalah pasokan BBM di Pansela, BBPJN Jateng-DIY Kementerian PUPR  juga sudah mengecek ketersedian SPBU di Pansela.

“Ada 4 SPBU yang besar dan beberapa SPBU mini. Tempat istirahat juga sudah kita survei banyak juga sekarang tempat kuliner dan wisata pantai dibuka,” tutur Wida.

Secara umum total panjang Pansela di Jateng -DIY ada 332,91 km dan sampai September 2021 sudah terbangun 165,13 km di Jateng dan 92,81 km di DIY. “Sehingga masih tersisa untuk di Jateng itu 47,4 km dan di DIY 27,57 km. Jadi secara progres gabungan 80% sudah terbangun dan sementara sisanya ada yang sedang dalam masa konstruksi,” kata Wida.

Meski masih ada sisa pekerjaan, ia memastikan tidak akan menjadi kendala bagi pemudik. “Kalau ada (yang belum tersambung) kegiatannya sifatnya tidak buntu. Kami akan alihkan dan sambungkan dengan jalan nasional dan kabupaten,” jelas Wida.