Kemensos Siapkan 6 Balai Besar Diklat untuk Respon Permasalahan Sosial

0
475
Dok : BP3S

Jakarta, Urbancity.id – Kementerian Sosial (Kemensos) akan siapkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) yang tersebar di 6 regional di Indonesia, diantarannya Sumatera Barat, Sulawesi Selatan,Papua, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan. Balai besar Diklat ini disiapkan untuk merespon permasalahan sosial yang ada di wilayah kerjanya.

Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) merupakan salah satu Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Sosial yang mempunyai tugas pokok dalam hal peningkatkan kualitas SDM, melakukan penelitian sosial dan penyuluhan sosial.

Menurut Kepala BP3S, Syahabuddin BP3S juga punya peran yang sangat strategis didalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.

“Demi terciptanya sinergitas yang kuat dalam mengatasi dan merespon masalah sosial, kita bangun Crisis Centre, kita harus bisa memberikan rekomendasi ke Uke 1 lainnya yang ada di lingkungan Kemensos. Kata Kepala BP3S, dalam Rapat virtual Senin,5/06/2021.

Dalam rapat ini dibahas apa apa saja peran yang bisa dilakukan oleh Balai Besar Diklat yang ada di 6 regional tersebut.

Kepala BBPPKS Sumatera, Beny Sujanto memaparkan konsep dari metode Intervensi Krisis yang akan digunakan Balai Besar Diklat.

Intervensi Krisis merupakan metode pemberian bantuan terhadap mereka yang tertimpa krisis, di mana membutuhkan penanganan yang cepat dapat segera diselesaikan serta keseimbangan psikis yang dipulihkan.

Beny menyampaikan jika Balai Besar Diklat di daerah selain melaksanakan Diklat, selama ini juga sudah berperan dalam mengatasi permasalahan sosial seperti Penanganan Kedaruratan Dalam Situasi Bencana,
Penanganan Kasus Kelompok Rentan PMKS/PPKS serta untuk
Penanganan Bencana Sosial Covid-19 dan Dampaknya.

Menurut nya Salah satu permasalahan sosial yang harus di respon dengan cepat
Bencana Sosial Covid-19.

“Intervensi krisis ini bertujuan untuk mengembalikan individu ke tingkat fungsi sebelum krisis dan mengatasi suatu krisis yang dialami” jelas Beny dalam paparannya.

Di dalam pertemuan ini Kepala BP3S menghrapkan
BBPPKS 1 – 6, menjadi pusat intervensi krisis yang ada di Daerah.

“Saya harapkan setelah ini BBPPKS 1 – 6 jadi pusat Intervensi Krisis yang mengkoordinasikan dengan UPT Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi/Kab/Kota dan stake holder lainnya di wilayah kerja masing-masing BBPPKS serta melaksanakan pelayanan langsung dalam intervensi krisis kepada masyarakat” ungkap Syahbuddin.

Kepala BP3S juga menaruh perhatian khusus dalam penanganan pandemi Covid-19.
Menurutnya Pandemi Covid-19 yang melanda ini merupakan salah satu krisis semua negara,Sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Oleh karena itu, perlu upaya dan langkah-langkah dalam penanganan nya.

“Kita di BP3S ini harus bisa beri Rekomendasi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam melakukan tindakan” pungkasnya

Untuk informasi kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris BP3S, Kepala BBPPKS yang ada di 6 regional, Kepala pusat dilingkungan BP3S, Widyaiswara, serta pejabat struktural dilingkungan BP3S.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here