Ini Peran Swasta Dalam Pengembangan IKN

0
254
Desain final istana negara IKN Baru. (Foto:urbancity.id/Pool/Dok.Instagram/NyomanNuarta).

JAKARTA, urbancity.id — Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (BPO REI) – Ketua Pokja REI untuk IKN, Soelaeman Soemawinata mengatakan, salah satu peran swasta dalam pengembangan Ibu Kota Negara Baru (IKN) adalah pada tahapan prime mover kedua yang merupakan mesin pendukung pembangunan.

“Di manakah peran swasta bisa dijalankan? Di prime mover kedua ini saya kira investasi swasta bisa masuk. Setelah engine-nya ada akan diakselerasi oleh pengembangan berikutnya,” ujar Soelaeman dalam sebuah acara diskusi seperti dikutip dari laman rei.or.id, Selasa, (1/2/2022).

Lebih jauh Soelaeman menjelaskan, prime mover adalah engine utama dari sebuah pengembangan kawasan atau kota. Prime mover pertama merupakan berpindahnya pusat pemerintahan negara ke Kalimantan Timur.

“Tapi, engine ini saya kira kita melihatnya tidak cukup. Kita perlu juga adanya engine yang kedua yaitu economic base activity. Di sana akan ada green industry, tourism dan ekonomi kreatif dan mungkin ada special facilities, seperti business center dan lain-lain,” urai Eman, sapaan karib Ketua Umum DPP REI periode 2016 – 2019 itu.

Baca Juga: Akan Ada Tol Bawah Laut di IKN Nusantara

Pengembangan berikutnya, lanjut Eman, adalah kawasan hunian bagi pekerja di IKN Baru yang bisa dibangun pihak swasta. Seiring hadirnya hunian bagi pekerja maka perlu pula pembangunan fasilitas  pelayanan lainnya, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, sarana peribadatan, perhotelan dan perkantoran. Selain itu, infrasturktur utama juga harus sudah bisa dijalankan seperti air, telekomunikasi, listrik, jalan dan tanah.

“Peran swasta ini  saya kira bisa menjadi partner strategis dari pengembangan ibu kota.  Kita tahu undang-undangnya sudah selesai. Tentu ini akan mendapatkan turunan-turunan dari regulasi ini yang berkaitan dengan pengembangannya, seperti rencana tata ruang, perizinan, insentif untuk investasi dan sistem pengelolaannya,” pungkasnya.