DPP REI: Masyarakat Butuh Kejelasan Keberlangsungan Subsidi Perumahan Pasca Pengalihan ke BP Tapera

0
45
Dibutuhkan komitmen, kejelasan dan kepastian hukum dari pemerintah bahwa subsidi FLPP masih tetap ada, meski nantinya pengelolaan sudah beralih ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). (Foto:urbancity.id/Pool/Dok.twitterDPP REI).

JAKARTA,urbancity.id — Rencana pengalihan program dana bantuan subsidi berbasis skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditanggapi beragam oleh pengembang properti. Dibutuhkan komitmen, kejelasan dan kepastian hukum dari pemerintah bahwa subsidi FLPP masih tetap ada, meski nantinya pengelolaan sudah beralih ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI bidang Perumahan Subsidi dan Aparatur Pemerintahan Oka Moerod menegaskan pengalihan pengelolaan dari PPDPP ke BP Tapera merupakan amanah undang-undang yang memang harus dilakukan pemerintah. Yang dibutuhkan masyarakat termasuk pengembang rumah subsidi hanyalah kejelasan terkait keberlangsungan subsidi perumahan pasca pengalihan.

“Yang paling penting bagaimana masyarakat dan pengembang bisa memantau prosesnya, termasuk bagaimana nantinya BP Tapera menjalankan tugas dengan lebih baik,” ujar Moerod, dikutip situs resmi DPP REI, Jum’at, (14/1/2022).

Baca Juga: Kementerian PUPR Siapkan Anggaran Rp5,1 Triliun di Sektor Perumahan Tahun 2022

REI berharap ke depan program KPR FLPP bisa lebih baik dan lancar dibandingkan saat dikelola PPDPP. Moerod mencontohkan hingga saat ini belum dilakukan perjanjian kerjasama operasional (PKO) dengan perbankan sehingga dikhawatirkan terjadi keterlambatan bahkan menghambat realisasi KPR FLPP di tahun 2022.

Selain itu, diharapkan BP Tapera juga bisa meneruskan sistem atau apapun yang baik yang sudah dilakulan PPDPP dan meninggalkan kebijakan yang justru dianggap merugikan. “Terutama BP Tapera bisa memperbaiki IT dan juga sumber daya manusia (SDM) agar berbagai proses bisa berjalan lebih baik lagi,” harap Moerod.

Seperti diketahui, pengelolaan dana bakal beralih dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ke BP Tapera sepenuhnya pada 2022. Saat ini proses pengalihannya sudah mulai dilakukan secara bertahap.