BAKTI Dukung Jaringan Telekomunikasi di Destinasi Wisata

0
179
Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Danny Januar Ismawan menyampaikan pemaparannya dalam Diskusi virtual Urban Forum - Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, Kamis,(20/1/2022). (Foto:urbancity.id/Pool/rahmat).

JAKARTA,urbancity.id — Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Danny Januar Ismawan mengatakan, pengembangan jaringan telekomunikasi menjadi momen tersendiri bagi industri pariwisata.

Menurutnya, kehadiran teknologi di satu lokasi sangat penting, karena bisa mendorong tumbuhnya industri pariwisata lokal.

“Adanya jaringan telekomunikasi di satu lokasi, membuat aktifitas priwisata bisa hadir di lokasi itu. Misalnya dengan adanya jaringan telekomunikasi, seseorang bisa mengambil foto untuk Instagram di lokasi,” ujarnya dalam diskusi virtual Urban Forum – Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, di Jakarta, Kamis,(20/1/2022).

Danny menuturkan, komitment pemerintah untuk melakukan pemerataan telekomunikasi yang masif bisa dijadikan momentum oleh industri pariwisata untuk terus berkembang. Ini karena pariwisata industri yang unik. Meskipun infrastrukturnya belum lengkap, ketika ada telekomunikasi bisa jadi peluang usaha pariwisata.

“Ini jadi tantangan bagi destinasi wisata yang belum terkenal untuk berinovasi melakukan promosi yang tepat,” ungkapnya.

Baca Juga: Tol Langit Palapa Ring Integrasi Butuh Rp 8 Triliun

Untuk destinasi wisata prioritas seperti di Labuan Bajo, Danny menjelaskan, hingga saat ini Bakti Kominfo telah membangun Base Transceiver Station (BTS) 36 BTS eksisting, sementara 24 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

“Untuk kawasan wisatas super prioritas di Kabupaten Lombok Tengah,  akses internet BAKTI Kominfo terdapat di 74 lokasi, sementara rencana penambahan ada di 42 lokasi,” ungkapnya.

Labuan Bajo, lanjut Danny, merupakan wilayah yang peningkatan indsutri pariwisatanya sangat pesat, namun meski pembangunan jaringan telekomunikasi yang didorong oleh banyak pihak tetap saja masih menyisakan wilayah-wilayah blank spot.

“BTS untuk kawasan super prioritas memang hanya di Labuan Bajo yang beririsan dengan wilayah destinasi pariwista prioritas,” jelasnya.

Mengapa BTS hanya dibangun di daerah yang beririsan dengan wilayah destinasi prioritas, Dannymenyebut, penyelenggara telekomunikasi mengalami kesulitan untuk masuk ke wilayah pariwisata baru yang hanya memiliki potensi saja tapi belum ada aktivitas pariwisata riil  bahwa di lokasi itu akan terjadi kegiatan ekonomi yang potensial.

“Jadi untuk wilayah penyangga kita mensupport dengan menempatkan akses internet di titik-titik pelayanan publik,” jelasnya.

Danny menambahkan, peran Bakti Keminfo dalam pengembangan jaringan telekomunikasi adalah melengkapi wilayah-wilayah yang tidak dibangun oleh penyelenggara telekomunikasi karena tidak menarik secara ekonomi.

“Saat ini masih ada 15 ribu desa yang belum terlayani jaringan 4G. ini menjadi program jangka pendek Bakti Keminfo untuk menuntaskan pembangunan jaringan 4g di daerah 3 T, sementara diluar daerah 3 T akan dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi,”pungkasnya.